Di tengah komitmen untuk mewujudkan kualitas akademik yang berkelanjutan dan kreativitas ilmiah yang berdampak, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) secara resmi menyelenggarakan Rapat Monitoring Perkuliahan Semester Genap 2025/2027 sekaligus Workshop Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, pada Jumat, 13 Februari 2026, di Ruang Meeting RM Joglo Manis, Ponorogo.

Kegiatan yang dihadiri oleh 35 dosen FKIP, ini menjadi momen penting dalam mengukur kinerja akademik dan merancang strategi pengembangan program studi ke depan dengan pendekatan berbasis data, kolaborasi, dan inovasi berkelanjutan.
Rapat dimulai dengan pemaparan strategis dari Dekan FKIP, yang menyoroti hasil evaluasi perkuliahan semester ganjil, serta menyosialisasikan program kerja FKIP semester genap 2025/2027. Poin-poin kunci yang dibahas mencakup:
1. Peningkatan kualitas pembelajaran melalui implementasi blended learning.
2. Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan literasi digital.
3. Penguatan sistem monitoring perkuliahan secara real-time dengan aplikasi internal.
Dekan menekankan pentingnya feedback loop dari dosen dan mahasiswa:

“Akademik yang unggul bukan hasil kebetulan, tapi hasil dari sistem yang terus di-review, diperbaiki, dan diselaraskan dengan kebutuhan zaman.”
Pemaparan berikutnya diberikan oleh Wakil Dekan FKIP, yang membahas tiga aspek krusial:
1. Sarana & Prasarana: Perkembangan fasilitas kelas digital, laboratorium simulasi mengajar, serta rencana renovasi ruang belajar berbasis green campus.
2. Kemahasiswaan: Peningkatan layanan akademik, bimbingan karier, dan dukungan psikologis untuk mahasiswa berprestasi dan yang sedang mengalami tantangan akademik.
3. Kerja Sama & Evaluasi: Penguatan jaringan dengan institusi pendidikan, sekolah mitra, dan lembaga riset, serta mekanisme evaluasi perkuliahan yang lebih transparan dan partisipatif.
Masing-masing program studi (PGSD, PGPAUD, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Luar Biasa) menyampaikan pemaparan teknis terkait persiapan dan monitoring perkuliahan semester genap. Beberapa inovasi yang diungkap antara lain:
1. Penggunaan dashboard perkuliahan real-time berbasis Google Sheets.
2. Sistem peer review antar dosen untuk meningkatkan kualitas evaluasi.
3. Perencanaan kolaborasi lintas prodi dalam proyek pembelajaran berbasis masalah (PBL).
Salah satu puncak acara adalah Workshop Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, yang dipimpin oleh Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns., M.Kes. dari Divisi Penelitian LPPM UMPO. Beliau membuka sesi dengan tagline yang melekat: “Riset bukan hanya tentang publikasi, tapi tentang perubahan.”

Dalam paparannya, Dr. Sugeng menjelaskan:
1. Peta jalan riset 2026 & 2027 yang terintegrasi dengan agenda nasional seperti Merdeka Belajar, Indonesia Emas 2045, dan SDGs.
2. Strategi pemetaan potensi riset berbasis lokal, seperti pendidikan inklusif di daerah 3T, pemanfaatan teknologi lokal, dan pendekatan pendidikan nilai berbasis budaya Jawa.
3. Panduan praktis penulisan proposal penelitian yang menarik perhatian dana dari Kemenristek, Dikti, dan hibah swasta.
4. Pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi, serta peran mahasiswa sebagai mitra riset sejak tingkat sarjana.
“Perintis riset bukan hanya dosen berpengalaman. Setiap dosen yang bertanya ‘bagaimana saya bisa berkontribusi?’ sudah mencetak langkah pertama menuju perubahan. Hari ini, kita semua adalah peneliti masa depan.” – Dr. Sugeng Mashudi, S.Kep., Ns., M.Kes.