FKIP UMPO GELAR WORKSHOP MODUL AJAR BERBASIS DEEP LEARNING DAN AI BAGI GURU MATEMATIKA MTs PONOROGO
PONOROGO — Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) melalui tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan Workshop dan Lokakarya Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning dengan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika MTs Kabupaten Ponorogo. Kegiatan yang berlangsung pada awal September 2026 tersebut dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dengan pendekatan partisipatif, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilatarbelakangi kebutuhan guru matematika MTs untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, berpusat pada peserta didik, sekaligus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi AI secara kritis dan bertanggung jawab. Dilaporkan bahwa guru masih membutuhkan penguatan dalam menerjemahkan prinsip pembelajaran mendalam ke dalam modul ajar serta mengoptimalkan AI sebagai alat bantu pengembangan perangkat pembelajaran. Pada pertemuan pertama, peserta mendapatkan workshop penyusunan modul ajar dengan pendekatan deep learning. Materi diarahkan pada pemahaman karakteristik modul ajar, pembelajaran mendalam, penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta keterkaitan antara tujuan pembelajaran, aktivitas belajar, asesmen, dan kebutuhan peserta didik. Pada sesi yang sama, peserta juga memperoleh pengenalan dan praktik awal pemanfaatan AI dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Memasuki pertemuan kedua, kegiatan difokuskan pada penerapan teknologi AI dalam penyusunan modul ajar. Guru berlatih memanfaatkan AI untuk mengembangkan ide pembelajaran kontekstual, menyusun materi dan contoh soal berbasis masalah, merancang asesmen, serta mengembangkan variasi aktivitas pembelajaran. Peserta tidak diarahkan untuk menyalin keluaran AI secara langsung, tetapi melakukan verifikasi, penyuntingan, dan penyesuaian agar hasilnya sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, konteks madrasah, dan ketepatan konsep matematika. Pertemuan ketiga diisi dengan pendampingan dan evaluasi. Peserta mengikuti klinik modul melalui proses review, diskusi, pemberian umpan balik, dan revisi. Tim pengabdi memberikan masukan terhadap kedalaman materi, kesesuaian aktivitas dengan tujuan pembelajaran, kualitas asesmen, kontekstualitas masalah matematika, serta pemanfaatan AI. Tahap ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk berbagi praktik baik dan merefleksikan pengalaman selama proses pengembangan modul. Ketua tim pengabdian, Dwi Avita Nurhidayah, M.Pd., bersama Dr. Arta Ekayanti, S.Pd., M.Sc., dan Dr. Alip Sugianto, M.Pd., M.Hum. Dan Dr. Sutrisno, M.Pd, mendampingi peserta sepanjang rangkaian kegiatan. Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, mahasiswa juga turut dilibatkan dalam dukungan teknis, dokumentasi, pendampingan praktik, serta pengolahan evaluasi. Kolaborasi dengan MGMP Matematika MTs Kabupaten Ponorogo berlangsung sejak tahap persiapan hingga tindak lanjut. Mitra berperan dalam koordinasi peserta, penyediaan dukungan fasilitas, penyampaian kebutuhan pembelajaran, praktik penyusunan modul, serta evaluasi hasil kegiatan. Keterlibatan aktif tersebut diharapkan memperkuat MGMP sebagai komunitas belajar profesional yang mampu mengembangkan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan. Luaran utama kegiatan berupa rancangan modul ajar matematika yang mengintegrasikan prinsip pembelajaran mendalam dan pemanfaatan AI. Selain menghasilkan produk, kegiatan juga menekankan pentingnya literasi AI, verifikasi keluaran AI, perlindungan data, serta tetap menempatkan guru sebagai pengambil keputusan pedagogis. Tim pengabdi merencanakan keberlanjutan program melalui penyempurnaan modul, implementasi modul di kelas, peer review antarguru dalam forum MGMP, dokumentasi praktik baik, serta monitoring dan evaluasi lanjutan. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan menjadi proses pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UMPO bersama MGMP Matematika MTs Kabupaten Ponorogo berupaya memperkuat transformasi pembelajaran matematika agar tidak berhenti pada penguasaan prosedur, tetapi mendorong pemahaman konsep, penalaran, pemecahan masalah, refleksi, dan keterkaitan matematika dengan kehidupan nyata. Pemanfaatan AI ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat proses tersebut, sementara keputusan akhir tetap berada pada profesionalitas guru. Rangkaian Kegiatan • Pertemuan 1: Workshop penyusunan modul ajar dengan pendekatan deep learning serta pengenalan dan pemanfaatan AI dalam pengembangan perangkat pembelajaran. • Pertemuan 2: Penerapan teknologi AI dalam penyusunan modul ajar matematika. • Pertemuan 3: Pendampingan, klinik modul, revisi, berbagi praktik baik, dan evaluasi. Naskah berita untuk media elektronik — berbasis Laporan Kemajuan Pengabdian Masyarakat Dosen Internal UMPO Tahun 2026.





