FKIP UMPO membekali 40 mahasiswa semester 7 melalui penguatan kompetensi mengajar, etika profesi, dan kesiapan teknis PLP.

Ponorogo, 11 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) menggelar kegiatan sosialisasi dan pembekalan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) bagi mahasiswa semester 7 di Laboratorium Komputasi FKIP UMPO, Jumat (11/9). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kepala Laboratorium PLP dan Pengembangan Sumber Belajar, Dr. Arta Ekayanti, M.Sc., ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan 40 mahasiswa menghadapi pengalaman praktik di sekolah sekaligus menumbuhkan kesiapan menjadi calon pendidik yang kompeten dan beretika.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh Dr. Sutrisno, S.Pd., M.Pd. dengan tema “Penguatan Kompetensi Mengajar dan Etika Profesi Keguruan.” Materi tersebut menjadi fondasi penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Kompetensi mengajar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga kesiapan mahasiswa untuk membawa sikap profesional, tanggung jawab, dan etika sebagai calon guru.
Pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Dr. Arta Ekayanti, M.Sc. selaku Kepala Laboratorium PLP dan Pengembangan Sumber Belajar. Pada sesi ini, mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis mengenai pelaksanaan PLP yang akan berlangsung mulai akhir September hingga Desember 2026. Pembekalan tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan yang perlu dimiliki mahasiswa sebelum menjalankan pengalaman lapangan di sekolah.

Sebanyak 40 mahasiswa semester 7 dari empat program studi, yaitu Pendidikan Matematika (PMAT), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akan mengikuti pelaksanaan PLP yang tersebar di dua sekolah, yakni SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dan SMPN 3 Ponorogo
Kehadiran mahasiswa dari berbagai program studi dalam satu kegiatan pembekalan juga membuka ruang untuk membangun kesiapan yang lebih beragam. Setiap mahasiswa membawa latar belakang keilmuan masing-masing, tetapi memiliki tujuan yang sama: mengembangkan kemampuan dan pengalaman sebagai calon pendidik melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekolah.

PLP menjadi pengalaman penting karena mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang dipelajari selama perkuliahan dengan realitas pembelajaran di sekolah. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus memahami pentingnya komunikasi, tanggung jawab, keteladanan, dan etika profesi dalam menjalankan peran sebagai calon guru.
Kegiatan pembekalan ini sekaligus menunjukkan komitmen FKIP UMPO untuk mempersiapkan mahasiswa tidak hanya agar siap memasuki sekolah, tetapi juga agar mampu membawa nilai positif ketika berinteraksi dengan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh lingkungan sekolah.
“Guru profesional tidak hanya hadir untuk mengajar, tetapi juga untuk memberi teladan, membangun karakter, dan menumbuhkan harapan bagi peserta didik.”

Melalui sosialisasi dan pembekalan PLP ini, FKIP UMPO membuka langkah baru bagi 40 mahasiswa untuk mengasah kompetensi secara langsung di sekolah. Dari ruang pembekalan di Laboratorium Komputasi menuju pengalaman nyata di sekolah, perjalanan tersebut diharapkan menjadi proses penting untuk membentuk calon guru yang semakin percaya diri, profesional, beretika, dan siap memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan.